Header Ads

  • Breaking News

    4 Cara Ngobrol Jadi Asyik

    Mengobrol adalah salah satu cara agar kita bisa memahami satu sama lain. Karena kita adalah makhluk sosial maka mengobrol itu dikatakan sangat penting.

    Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengobrol, dari mulai saling curhat, berbagi rasa sampai informasi yang terbaru bisa kita dapatkan. Mengobrol merupakan naluri setiap makhluk yang bernyawa, untuk manusia ilmu tentang mengobrol bisa dikatakan sebagai ilmu komunikasi.

    Apa yang dibicarakan ketika kamu sedang berdua dengan pacarmu? Banyak. Banyak sekali yang bisa dijadikan bahan obrolan. Bisa tentang seputar hubunganmu, bisa tentang kawan-kawanmu atau yang lainnya. Namun untuk menjadikan obrolan semakin menarik, bukan hal yang mudah.

    Padahal kalau topik yang dibicarakan menarik namun penyampaiannya kurang baik bisa-bisa doi bosan mendengar celotehanmu. Tak perlu kursus merangkat kata seperti kata Jambrud. Cukup anda menyimak beberapa tips dibawah ini agar obrolanmu semakin seru dan asyik.





    1. Intonasi Vokal

    Intonasi vokal atau biasa disebut tekanan suara sangat penting sebagai tanda untuk menegaskan alur cerita dalam komunikasi. Kalau intonasi vokal diucapkan tidak pada tempatnya pula malah akan membuat bingung lawan bicara. Artinya kalau ceritamu tentang hal yang sedih, ya gunakan intonasi vokal yang lirih. Sebaliknya jika kamu sedang menceritakan kawanmu yang suka iseng, ya gunakan intonasi seperti orang kesal. Misalkan kamu kesal dengan ulah kawanmu, kamu bisa menceritakan kekesalanmu itu dengan suara vokal yang menghentak-hentak.

    2. Hindari pengulangan kata

    Yang satu ini mungkin agak sulit untuk dihindari. Mungkin karena sudah terbiasa mengulang-ulang kata akhirannya jadi kebiasaan. Padahal pengulangan kata yang sama itu bikin bosan pendengar. Sepertinya tidak ada kata lain saja. Oleh karena itu perbanyak membaca agar kosa kata kita bertambah.

    3. Gunakan ekspresi

    Cerita yang bisa membangkitkan emosi tanpa disertai ekspresi yang meyakinkan akan menjadikan cerita itu terasa hambar. Oleh karena itulah dibutuhkan ekspresi wajah yang sesuai dengan topik yang dibicarakan. Lagi pula tidak lucu jika cerita sedih dibawakan dengan ekspresi kocak. Bisa-bisa doi bosan dan pergi meninggalkanmu. Sebuah cerita tanpa ekspresi di ibaratkan seperti makan tempe tanpa sambal. Anyep kan?

    4. Pilihan kata

    Kalau kamu ingin menciptakan suasana romantis di tengah obrolan dengan doi jangan gunakan bahasa pasar. Kata-kata puitis akan membuat suasana menjadi seperti yang kamu harapkan. Tapi ingat, jangan terlalu sering pula menggunakan kata-kata puitis karena bisa jadi doi malah tidak paham dan komunikasi tidak berjalan lancar. Tidak semua orang paham bahasa puitis. Jika anda paham coba terjemahkan bahasa puitis dibawah ini :

    "Wajah syahdu berdiri dalam sendu, seperti serdadu tanpa peluru, wajah syahdu perlahan tersapu, ketika kutempelkan uang seratus ribu di jidatmu, nafsu"

    Nah, itulah 4 tips yang mungkin bisa menjadi acuan bagi anda yang ingin mengobrol menjadi lebih asyik.

    4 comments:

    1. Intonasai dan ekspresi yang biasa saya gunakan. Kadang mengulang-gulang kata, ya itu kebingungan, niatnya seh mempertegas obrolan.

      ReplyDelete
    2. Ekspresi itu penting ya neng wulan, kalau tanpa ekspresi nanti dikira bicara dengan mayat he..he..

      Good tips..!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hehehe... Iya, kalau dikira bicara sama mayat atuh mah yang bikin gimana gitu, pak Indra. :)

        Delete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad